Dinkes Sebut Sudah Sesuai SOP

2 Hari Usai Vaksin, Jamil Meninggal Dunia

Sabtu, 17 Juli 2021 - 08:48:38 WIB

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, MUARATEBO - Setelah 2 hari menerima vaksin di Kantor Desa Betungbedarah Timur, pada Rabu (14/7), Jamil (50) warga Betungbedarah Timur, Kecamatan Teboilir meninggal dunia. Sebelumnya dia sempat dirawat di RSUD Sultan Thaha Syaifuddin Tebo.

Anak kandung Jamil, Hairul mengatakan, awalnya sang ayah mengeluh tidak enak badan dan meriang. Meski demikian, ia tetap beraktivitas seperti biasanya. Kamis (15/7) siang, Jamil muntah dan pusing-pusing.

Karena kondisinya t idak membaik, siang itu juga dia dibawa ke RSUD Sultan Thaha Syaifuddin Tebo. Di sana, Jamil koma. Dia lalu dibawa ke RSUD Hanafie Bungo. Tapi nyawanya tak tertolong.

Menurut Hairul, Jamil memang punya penyakit darah tinggi. “Kita tidak tahu kenapa tim medis dari Puskesmas Kecamatan Teboilir tetap vaksin, seharusnya mereka tahu SOP vaksinnya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur RSUD STS Tebo Veni Oktaviani mengaku tidak mengetahui kabar meninggalnya Jamil. Menurutnya, dari beberapa jam pasien dirawat di ruang ICU ketika koma, pihak keluarga meminta rujukan ke RSUD Hanafie Bungo.

Pihaknya mengiyakan meskipun hasil observasi terkait dugaan efek samping dari vaksinasi yang diterima oleh pasien hasilnya belum keluar. Hal “Jadi kita tidak bisa menahan. Yang jelas kita sudah melakukan pelayanan terbaik kepada pasien,” kata dia. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo Riana Elizabeth mengatakan, bahwa vaksinasi sudah sesuai dengan tahapan SOP.

Menurutnya, sebelum menyuntikkan vaksin petugas akan kembali mempertanyakan persetujuan kepada penerima vaksin. “Dari pemeriksaan memang pasien memiliki riwayat darah tinggi, ketika vaksin tensi pun dalam keadaan normal, kemudian pasien pun setuju,” katanya.

Lanjutnya, sehari kemudian pasien mengeluhkan pusing dan mual. Atas keluhan ini pasien sudah mendapatkan penanganan di puskesmas. Dan hasil observasi tidak ada efek dari vaksinasi yang diberikan.

“ Vaksin sinovac tidak bergejala pada penyakit darah tinggi,” jelasnya. Lanjutnya, dari perawatan yang diterima dipuskesmas, keluarga korban ajukan pindah ke rumah sakit lain. Dari situ dinas tidak mengetahui kelanjutan dari keluhan pasien itu. (wan)




loading...

BERITA BERIKUTNYA