Salim: Rerata Karyawan Perusahaan

11 Kepala Keluarga Terpapar Covid-19

Kamis, 22 Juli 2021 - 09:47:37 WIB

Satgas PPKM Kelurahan Ekajaya bersama Tim Surveilance PKM Payo Sellincah lagi melaksanakan tracking dan treatment bagi warga yang terpapar covid-19.
Satgas PPKM Kelurahan Ekajaya bersama Tim Surveilance PKM Payo Sellincah lagi melaksanakan tracking dan treatment bagi warga yang terpapar covid-19.

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI - Kasus pandemi covid-19 terus bertambah di Kota Jambi. Bahkan, sejak awal Juli sampai dengan saat ini, sudah ada sebanyak 11 kepala keluarga di Kelurahan Ekajaya, Kecamatan Paal Merah, terpapar Covid-19.

Lurah Eka Jaya, Abdul Salim mengatakan, kepala keluarga yang ter-cover tersebut akan diberikan bantuan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi. Kata dia belakangan ini pihaknya terus rutin melakukan pengecekan ke rumah-rumah warga.

Sebab, kata dia untuk bisa memberikan bantuan dari Dinas Sosial, harus mengecek apakah bantuan tersebut layak diberikan kepada penerima ada beberapa kualifikasi persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kelayakan rumah dan juga kendaraan.

"Tidak mungkin kalau rumahnya bagus dan kendaraannya banyak, itu kita berikan bantuan. Jadi kita benar-benar langsung datang ke rumah warga yang kepala keluarganya terpapar. Apakah layak untuk mendapatkan bantuan atau tidak," bebernya.

Selama Juli ini, kata dia sudah ada 11 kepala keluarga yang terpapar. Abdul Salim mengatakan, di kawasannya memang cukup padat penduduk. Mencapai 30 ribu penduduk. Sehingga, menjadi hal yang wajar, kata dia jika ada lumayan banyak warganya yang terpapar.

"Karena kita ini wilayah kedua terbesar setelah Kenalibesar, dalam Kota Jambi. Namun kita bersyukur, meskipun warga terpapar Covid-19, tak ada yang menularkan ke antara tetangganya," ujarnya.

Meski begitu tak ada zona merah di Kelurahan Ekajaya. Abdul Salim menegaskan, ketentuan zona merah adalah dengan menghitung zona per RT. “RT di Ekajaya tidak ada yang zona orange, yang ada zona kuning dan zona hijau. Kita tidak ada panduan untuk menghitung zona tingkat kelurahan,” singkatnya.

Berdasarkan hasil 3T, kata dia diketahui bahwa warga yang terpapar ini kebanyakan dari perusahaan tempatnya bekerja. "Kalau masyarakat biasa ini jarang, kebanyakan karyawan perusahaan-perusahaan. Namun, dalam satu keluarga tersebut ada beberapa orang yang terpapar. Tapi, kita hanya menghitung kepala keluarganya saja karena ini untuk pendataan apakah layak untuk mendapatkan bantuan sembako dari Dinas Sosial Kota Jambi," tandasnya.(tav/zen)




loading...

BERITA BERIKUTNYA