Kemenag dan Diknas Terendam Banjir Dadakan

Sampah Sumbat Gorong-gorong

Selasa, 14 September 2021 - 09:39:40 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, SENGETI - Akibat hujan deras, sejumlah kantor pemerintahan di komplek perkantoran Bukit Cinto Kenang Sengeti, terendam Banjir. Salah satu kantor yang terparah tergenang adalah Kementerian Agama Muaro Jambi.

Akibat hujan lebat dan berlangsung lama ini, area perkantoran Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi terendam banjir dadakan. Genangan air mencapai betis kaki orang dewasa. Genangan banjir itu juga terlihat menganggu aktivitas keluar masuk pegawai di kantor Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi.

Kepala Kemenag Kabupaten Muarojambi, Buhri, mengakui di area kantor setiap hujan bisa dipastikan digenangi banjir dadakan. "Iya, setiap hujan lebat pasti perkarangan kantor ini digenangi banjir, meskipun air tidak masuk, namun mengganggu aktivitas keluar masuk pegawai dan masyarakat yang melakukan urusan di kantor Kemenag," kata Buhri.

Genangan banjir dadakan itu disebabkan drainase tidak berjalan normal, sehingga air hujan tidak tertampung.

"Kejadian ini jauh hari sudah kami laporkan ke Pemkab Muarojambi, dan sudah mengajukan perbaikan dranase hingga kini belum ada direalisasi," tutupnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Yultasmi melalui Sekretaris Dinas PUPR, Muhammad Ihsan, terkait drainase di bilangan kantor bupati, menjelaskan, penyebab air menjadi tergenang di dua dinas karena gorong gorong dipenuhi tumpukan sampah, sehingga laju air terhambat. Selain itu ukuran gorong gorong kecil memang menjadi pemicu air menjadi tergenang.

"Salah satu penyebab terjadinya banjir itu, ukuran gorong gorong kecil dan Kabid Bina Marga menemukan banyak tumpukan sampah, sehingga laju air menjadi terhambat," katanya.

Ihksan mengatakan, jika memungkinkan dan disetujui dewan, tahun 2022 akan dibangunkan Plat Decker.  "Pusat pembuangan air ada di depan kantor Diknas, sekarang masih gorong gorong. Nah, tahun depan kita bangunkan Plat Decker atau Bok Culvet, jadi ukurannya lebih besar. Dengan begitu, harapannya bisa melancarkan pembuangan air di seputaran kantor, sehingga banjir dadakan tidak terjadi lagi," tandasnya. (jun)




loading...

BERITA BERIKUTNYA