Kondisi Jaringan Lama Jadi Penyebab

Kehilangan Air Masih Tinggi

Selasa, 14 September 2021 - 10:03:11 WIB

CEK: TRC Perumda Tirta Mayang, saat melakukan step test dan monitoring jaringan perpipaan di kawasan DMA pasar.
CEK: TRC Perumda Tirta Mayang, saat melakukan step test dan monitoring jaringan perpipaan di kawasan DMA pasar.

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI – Perumda Air Minum Tirta Mayang, sejauh ini masih mencatat adanya Non Revenue Water (NRW) atau  Air Non Pendapatan. Ini merupakan air yang telah diproduksi dan hilang sebelum sampai ke pelanggan.

Tentu saja, NRW yang tinggi dapat merugikan Perumda Tirta Mayang baik dari kuantitas maupun kualitas air yang didistribusikan.

Maka dari itu, Dirtek Perumda Tirta Mayang, Mustazal Khomidi melalui sambungan telpon menjelaskan, belum lama ini ia dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Perumda Tirta Mayang, melakukan step test dan monitoring jaringan perpipaan di kawasan District Meter Area (DMA) Jalan Khusni Thamrin Kecamatan Pasar.

Mustazal Khomidi sendiri menyebutkan, memang sejauh ini NRW atau kehilangan air di kawasan tersebebut masih cukup besar. Maka dari itu, step test ini dilakukan menurunkan potensi kehilangan air.

“Hasil temuan masih dipelajari oleh tim. Karena saat kita turun malam hari dan cek, memang cukup besar NRW nya di kawasan tersebut. Karena tidak mungkin di waktu istirahat pelanggan, air keluar begitu saja,” sebut Mustazal Khomidi.

Maka dari itu, pihaknya masih mempelajari dan mengidentifikasi beberapa temuan tersebut. Menurutnya, kebocaran biasanya ada yang disebabkan secara nonteknis (komersial) dan kebocoran teknis disebabkan bocor pada distribusi.

“Ada kemungkinan air yang keluar ini dari jaringan lama dan masih dicari. Wilayah lain juga ada DMA, rencananya ini akan berkembang untuk menghilangkan NRW,” kata dia.

DMA ini lanjutnya, untuk memudahkan dalam memantau indikasi kebocoran pada pipa. Dengan kondisi yang ada ini, tentu perlu dilakukan rehab maupun peremajaan terhadap pipa-pipa yang ada.

“Di kawasan tersebut memang jaringan lama dan masih menggunakan pipa-pipa model lama. Namun untuk merehabnya butuh dana tak sedikit,” tukasnya. (zen/rib)




loading...

BERITA BERIKUTNYA