Siswa Harus Kembali ke Sekolah

Jangan Sampai Learning Loss

Rabu, 22 September 2021 - 08:38:26 WIB

KUNJUNGI : Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim selfy bersama siswa yang sedang vaksin di Makorem 042/Gapu, Selasa (21/9).
KUNJUNGI : Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim selfy bersama siswa yang sedang vaksin di Makorem 042/Gapu, Selasa (21/9).

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI – Dampak pandemi Covid-19, menyebabkan siswa harus sekolah secara daring. Interaksi siswa dengan guru sangat kurang. Anak pun lebih banyak memegang gawai di rumah. Jika dibiarkan terlalu lama, dunia pendidikan bakal mengalami learning loss atau hilangnya pendidikan maupun pengetahuan yang berkepanjangan, kepada generasi penerus.

Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI saat berkunjung ke Jambi, Selasa (21/9), mengingatkan agar hal ini jangan sampai terjadi.

Kata dia, untuk menghindari itu, tenaga pengajar, guru dan semua siswa harus divaksin. Ini untuk kepentingan bersama, dan menormalkan dunia pendidikan. “Kalau tidak seperti ini, kita akan mengalami learning loss terbesar. Kemudian kesehatan mental yang memburuk secara permanen pada anak,” kata dia.

Di lain itu, selain pendidikan negeri, pendidikan swasta juga terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. “Mereka yang swasta ini, siswanya juga tak masuk sekolah. Saya pikir ini sangat penting untuk melakukan akselerasi,” tambahnya.

Kata dia, tak hanya untuk siswa di tingkat SMA, SMK saja yang harus melakukan belajar tatap muka. Akan tetapi yang sangat menjadi prioritas ini, seperti sekolah dasar dan TK yang wajib menerapkan sekolah tatap muka terbatas. “Kalau sekolah tatap muka terbatas tak segera dilakukan, learning loss benar-benar terjadi,” sebutnya.

Pembelajaran daring ini menimbulkan dampak yang cukup luar biasa. Penurunan capaian pembelajaran, mental psiskis anak. “Kami mohon kepada pemerintah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah,” ungkapnya.

Di lain itu, dia juga mengapresiasi Pemprov Jambi dan Pemkot Jambi yang menggalakkan vaksinasi secara sserentak. Sehingga vaksinasi cepat terealisasi. “Setelah semua guru divaksin, maka sekolah itu wajib melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas,” tuturnya.

Nadiem juga menyempatkan diri meninjau asesmen sekolah di SMKN 1 Kota Jambi. “Yang terpenting saat ini, vaksinasi untuk mengejar sekolah tatap muka, bukan sekolah tatap muka mengejar vaksinasi,” tandasnya. Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris bertekad membuka sekolah, dengan prokes ketat. Namun, guru dan siswanya harus divaksin lebih dulu. “Alhamdulillah banyak siswa yang mau untuk divaksin, namun sebagian kecil masih ada orangtuanya belum mengizinkan untuk divaksin,” kata dia.

Dia berharap, situasi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga dunia pendidikan dapat berjalan dengan baik, meski harus melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan terbatas.

Haris juga mengakui, bahwa untuk pembelajaran daring ini masih belum efektif. Anak-anak yang belum semestinya harus memegang handphone, namun sudah memegang hp, sehingga dia bisa melihat apa yang semestinya belum mereka lihat.

“Dengan daring ini bisa mengubah perilaku anak. Ini sangat tidak baik. Dengan ini pembelajaran tatap muka harus dilakukan,” tandasnya. (slt/rib)




loading...

BERITA BERIKUTNYA