Kejar Ketertinggalan Pembangunan Akibat Pandemi

Maulana: OPD Jangan Santai

Kamis, 23 September 2021 - 10:03:55 WIB

TANDA TANGAN: Wakil Wali Kota Jambi, Maulana saat menandatangani berita acara forum konsulasi publik, kemarin (22/9).
TANDA TANGAN: Wakil Wali Kota Jambi, Maulana saat menandatangani berita acara forum konsulasi publik, kemarin (22/9).

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI - Forum Konsultasi Publik Rancangan awal perubahan RPJMD Kota Jambi tahun 2018-2023 digelar secara luring dan daring, di aula Kantor Bappeda Kota Jambi, Rabu (22/9) kemarin. Ini dilakukan untuk tahap awal penyusunan rancangan awal RPJMD Kota Jambi Tahun 2018-2023. 

Selain itu, konsultasi ini untuk memperoleh masukan dan saran dari stakeholders terkait. Peserta konsultasi publik ini meliputi unsur pimpinan daerah, DPRD, perangkat daerah, perwakilan organisasi, lembaga pemerintah, dan lainnya.

“Dalam penyusunan suatu perencanaan, haruslah disesuaikan dengan konteks dan kondisi yang dihadapi. Serta sebagai faktor eksternal dan isu strategis yang berkembang. Dengan demikian, perencanaan pembangunan yang disusun mampu menjawab berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi,” jelas Wakil Wali Kota Jambi, Maulana.

Lanjut Maulana, dengan adanya konsultasi publik ini pula, setiap OPD menekankan visi yang telah menjadi komitmen bersama yaitu, menjadikan Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa berbasis masyarakat berakhlak dan berbudaya dengan mengedepankan pelayanan prima, yang menitikberatkan terhadap daya saing daerah, pariwisata, dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

"Pembangunan daerah harus diprioritaskan untuk terwujudnya tingkatan taraf hidup dan pemerataan pendapatan masyarakat serta kesempatan bekerja dengan memperluas lapangan usaha," kata Maulana.

Selain itu, akses dan kualitas layanan publik serta daya saing daerah secara khusus diharapkan, RPJMD mampu merespon dampak pandemi covid-19  yang sampai saat ini masih dihadapi seluruh masyarakat dunia. Sehingga diharapkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera mambaik.

"Jadi pembangunan infrastruktur yang dijalankan ke depan itu, harus memiliki dampak terhadap pemulihan ekonomi, pariwisata serta menumbuhkan ekonomi kreatif seperti UMKM," sebutnya.

Maulana mengatakan, selain menitikberatkan pada tiga poin tersebut, pihaknya juga menyampaikan beberapa penyesuaian dalam RPJMD tersebut. Di antaranya adalah target pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, serta target yang terkontraksi sangat kuat akibat pandemi tentu harus direvisi.

“Saya juga sudah sampaikan kepada para kepala OPD jangan santai-santai. Kita harus kejar ketertinggalan pembangunan akibat pandemi ini," tukasnya. (zen/rib)




loading...

BERITA BERIKUTNYA