Tamu Hotel Meningkat, UMKM Mulai Aktif

Ekonomi Jambi Mulai Bergairah

Selasa, 12 Oktober 2021 - 08:56:24 WIB

BERGAIRAH: Salah satu hotel di Kota Jambi, di mana kini tingkat hunian mulai meningkat. Perekonomian pun mulai menggeliat.
BERGAIRAH: Salah satu hotel di Kota Jambi, di mana kini tingkat hunian mulai meningkat. Perekonomian pun mulai menggeliat.

 

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI – Menurunnya PPKM di Kota Jambi menjadi Level II, membuat perekonomian mulai menggeliat. Tingkat hunian kamar hotel mulai meningkat. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jambi, Haries mengatakan, ini seiring dengan dilonggarkannya peraturan oleh pemerintah. Sebab, saat ini belanja pemerintah pun terus berjalan.

"Pemerintah sudah diberi keluwesan untuk berkegiatan di hotel. Tingkat hunian ini pasti linier dengan event. Seiring dilonggarkannya kegiatan pemerintah, mendongkrak occupancy hotel," bebernya.

Haries menyebut, rata-rata tingkat hunian kamar ini sudah membaik. Seperti di Grand Hotel, kata dia juga saat ini sudah mulai meningkat. Banyak event yang digelar di hotel tersebut.

“Kegiatan membuat keterisian kamar hotel juga meningkat. Namun, untuk detil angkanya, kita juga tidak bisa memberikan, karena harus sesuai dengan data statistik,” ujarnya. Terlebih, dengan meningkatnya harga komoditi sawit dan batubara. Ini sangat berkolerasi dengan peningkatan tamu.

“Kita berharap, dengan penurunan level ini semakin dapat membuat kondisi membaik. Kegiatan tambah banyak, tamu juga tidak ada keraguan," tandasnya. Sementara itu, Marketing Komunikasi Luminor Jambi, Husein mengatakan bahwa tingkat hunian kamar di Luminor kian membaik sejak PPKM Level 2. Beberapa hari lalu, kata dia dari total 98 kamar, terisi penuh. "Kecuali kamar yang out of order. Tapi semuanya terisi. Memang penurunan level sangat berpengaruh," ujarnya.

Lanjutnya, ini lantaran kegiatan meeting mulai dilakukan. Meski saat PPKM Level 3 lalu, menurutnya hunian kamar hotel masih terbilang stabil. "Level 4 yang parah, tapi masih di angka 70 persen. Karena untuk kegiatan pertemuan masih terbatas. Makan siang dan makan malam juga masih dilarang, kalau sekarang kan sudah dibuka," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BI Jambi, Suti Masniari mengatakan bahwa sejak rilis perekonomian pada triwulan dua (April-Juni) lalu, Jambi sudah membaik. Tumbuh 5,39 persen. Kata dia, pertumbuhan ekonomi di Jambi semakin baik, terlebih dengan turunnya PPKM, menjadi level 2.

"Kita optimis, karena sektor perekonomian pelan-pelan dibuka kembali. Seperti UMKM, perindustrian, batik sudah mulai dibuka. Makanan ringan sudah mulai berproduksi kembali, dan kegiatan pertemuan offline, meskipun tetap prokes," bebernya.

Terlebih, kata dia Jambi ditopang sektor primer perkebunan dan pertambangan.  "Kita lihat level global, harga komoditi sawit, karet, batu bara sedang naik. Ini mendorong untuk perekonomian kita," sebutnya.

Menurutnya, penurunan level ini harus dimanfaatkan dengan tetap menerapkan prokes ketat. Sebab, ini merupakan sinyal positif untuk perekonomian yang mulai bergerak kembali.

"Karena semua berkorelasi. Termasuk dengan tingkat hunian hotel. Kalau PPKM menurun, dibenarkan untuk kegiatan yang sifatnya pertemuan langsung. Mobilisasi masyarakat makin tinggi, dinas, tempat hiburan yang harus keluar kota. Nanti (perekonomian) mulai kembali bergairah, karena sudah diizinkan," jelasnya. Dirinya pun optimis, pada triwulan tiga nanti, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik lagi. (tav/rib)




loading...

BERITA BERIKUTNYA