Ricuh Pembahasan PETI Dusun Batukerbau, di DPRD Bungo

Buka Baju Kuan, Payuh Kito Betinju  

Rabu, 13 Oktober 2021 - 09:42:51 WIB

 

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, MUARABUNGO,  JAMBI – Adu jotos nyaris terjadi, saat Komisi III DPRD Bungo menggelar rapat dengar pendapat dengan Forum Hamba Allah. Rapat ini membahas tentang aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang terjadi di Dusun Batukerbau, Kecamatan Pelepat.

Saat itu, salah satu perwakilan Forum Hamba Allah, Debi, menyebut ada oknum anggota dewan yang bermain ikut bermain. Mendengar ini, Darwandi, salah satu anggota Komisi III DPRD Bungo naik pitam.

Dia memukul meja, dan langsung berdiri. Dia tak terima DPRD disebut bermain. Tak hanya dia, ada juga anggota dewan lain yang sempat emosi. "Buka baju kuan, payuh kito betinju (buka baju kamu, ayo kita berkelahi)," hardiknya, dalam rapat yang digelar di ruangan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bungo.

Debi pun ikut emosi. Dia dia ikut berdiri. “Anda tu wakil kami. Kawan tu wakil kami di siko. Tau dak,” balas Debi. Darwandi yang berjalan mendekati Debi, langsung dilerai anggota dewan yang lain. “Di, sudah,” kata rekan-rekannya.

Beruntung, situasi ini cepat diredam. Usai rapat, Debi mengatakan bahwa dia hanya menyampaikan kritikan kepada semua anggota legislative, dan  semua lembaga di Bungo karena tidak serius menyelesaikan PETI.

“Tuntutan pertama, kami minta serius. Mari bersama-sama berantas PETI. Jika tidak serius, mundur saja dari sebagai anggota dewan,” kata dia. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bungo, Martunis, pihaknya sedang berusaha membuat formulasi. “Kita dari DPRD sepakat memberantas PETI,” kata dia, sambil menambahkan kericuhan pada rapat tadi hanya permasalahan komunikasi.

Dia menegaskan, jika ternyata salah satu anggota dewan terlibat PETI, silakan untuk dibuktkan. “Ada Badan Kehormatan di sini. Jika terbukti, akan segera diusulkan diberhentikan,” tegasnya.

Terpisah, Wakapolres Bungo Kompol Ridwan JM  mengatakna, pihaknya bersama stakeholder berkomitmen memberantas PETI. Terutama di Dusun Batukerbau. Langkah selanjutnya, melalui pemerintah daerah atau rio, dan polsek setempat, mereka akan sosialisasi ke masyarakat. “Kita akan membangun pos penyekatan,” kata dia. (mai/rib)




loading...

BERITA BERIKUTNYA