Jumlah Titik Api Berkurang Jauh

Asap Digital Cegah Karhutla

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:32:11 WIB

ASAP DIGITAL: Seorang petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan belum lama ini. Sementara untuk memantau titik api, BPBD Tanjab Barat memanfaatkan aplikasi Asap Digital.
ASAP DIGITAL: Seorang petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan belum lama ini. Sementara untuk memantau titik api, BPBD Tanjab Barat memanfaatkan aplikasi Asap Digital.

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KUALATUNGKAL, JAMBI - Potensi kebakaran hutan dan lahan dapat saja terjadi sewaktu-waktu baik disebabkan secara sengaja maupun kelalaian masyarakat. Untuk mencegah karhutla, Pemkab Tanjungjabung Barat memanfaatkan aplikasi Asap Digital.

Asap Digital merupakan upaya transformasi penanggulangan karhutla Polri bekerjasama dengan kementerian lembaga terkait. Dengan mengintegrasikan sistem penentuan karhutla dari beberapa aplikasi di Kementerian/Lembaga termasuk Sipongi milik KLHK dan aplikasi-aplikasi pemantauan karhutl, serta dilengkapi pemasangan CCTV pemantau karhutla pada tower-tower BTS PT Telkom.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Barat, Zulfikri, mengatakan aplikasi asap digital ini digunakan untuk mendeteksi potensi munculnya asap di hutan dan lahan. Menurut Zulfikri, sistem kerjanya yaitu memasang cctv khusus di seluruh tower telkomsel yang ada di Tanjab Barat dan Muaro Jambi, Tanjab Timur dan daerah lainnya.

"Jadi dengan adanya itu bisa diketahui asap yang muncul memang karena lahan terbakar atau hanya asap dari masyarakat bakar sampah, karena cctv itu bisa ngezoom sampai 5 km juga kualitasnya tidak pecah," ujarnya.

Ia menambahkan aplikasi tersebut menjadi salah satu informasi untuk pemerintah mengetahui masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Dia mengatakan, di tahun 2021 ini belum ada kasus kebakaran hutan, hanya ada kebakaran yang skalanya kecil.

Selain menggunakan Aplikasi Asap Digital, BPBD juga bekerja sama dengan TNI-Polri melalui Babinsa dan kamtibmas yang turun ke desa untuk menghimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kita juga dari Pemda dan Kejaksaan terus melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan di Tanjab Barat untuk memberikan informasi kepada masyarkat tentang sanksi hukum jika melakukan pembakaran lahan," tegasnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Tanjab Barat pada tahun 2020 terjadi 6 titik yang terbakar. Jumlah ini jauh menurun dibanding 2019 yang terjadi 88 titik kebakaran.

"Tahun lalu ada sekitar enam titik kebakaran, alhamdulillahnya merosot jauh dari tahun sebelumnya yang ada 88 titik kebakaran. Memang kalau saat ini yang rawan karhutla yakni di wilayah kecamatan Batangasam, Senyerang, dan Betara," tandasnya. (rul/ira)




loading...

BERITA BERIKUTNYA