Melawan Petugas Saat Ditangkap

Pelarian dari LPKA Muarabulian Dipelor

Sabtu, 27 November 2021 - 09:36:55 WIB

DITEMBAK: Ito Wahyudi (berbaring) saat mendapat perawatan, usai ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.
DITEMBAK: Ito Wahyudi (berbaring) saat mendapat perawatan, usai ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, SUMSEL – Satu per satu tahanan titipan yang kabur dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Muarabulian, ditangkap. Terbaru, Ito Wahyudi yang ditangkap oleh tim gabungan Polda Jambi.

Dia digaruk pada Kamis (25/11) pukul 19.00, di tempat persembunyiannya di Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo, melalui Kabid Humas Kombes Pol Mulia Prianto, mengatakan bahwa Ito terpaksa ditembak.

“Kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dan terpaksa menembak kakinya karena IW berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap,” kata dia, saat dikonfirmasi.

Saat ini, Ito sendiri telah diamankan di Rutan Polda Jambi. Dir Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan, mengimbau agar para tahanan kabur yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri karena pihak kepolisian akan terus melakukan pencarian. Dengan ini, sisa tahanan kabur LPKA Muara Bulian, Batanghari, yang belum tertangkap sebanyak 6 orang.

Mereka adalah Sodikun (32) warga RT 12 Desa Sungai Buluh; Joko Purnomo (30) warga RT 13 Desa Suka Jaya, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Muba, Sumatera Selatan; dan Mat Tarjamin (51) Dusun Kunangan Jaya Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari. Mereka adalah tahanan satreskrim.

Lalu untuk tahanan satresnarkoba, Dedek Armanto (33) RT 01 Desa Kembang Tanjung Kecamatan Mersam, Batanghari; Franaiscus Xaperius Rio (25) RT 06 Kelurahan Teratai Kecamatan Muarabulian, Batanghari; dan Rikhy Evaliano Akbar (25) RT 02 RW 01 Kelurahan Rengas Condong, Batanghari.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Minggu (14/11) pukul 21.30. Salah satu tahanan, atas nama Ledi Azwar mencongkel salah satu besi jendela ruang tahanan, dengan balok kayu yang diambilnya. Setelah lepas, besi itu ditutupi sedemikian rupa agar tak ketahuan. Dia lalu mengatur siasat dengan tahanan lain agar mau melarikan diri bersama-sama.

Pukul 00.05 Senin (15/11), salah satu tahanan memanggil nama petugas jaga dari dalam. Tak ada jawaban. Peluang itu digunakan Ledi untuk membuka besi tadi. Dia lalu keluar ke lorong, dan mencari kunci pintu sel tahanan.

Dapat, dia membuka tiga pintu sel yang berisi total 24 orang. Seluruh tahanan akhirnya bersama-sama melarikan diri lewat pintu penjagaan yang tidak ada petugasnya, memanjat dinding bangunan setinggi 2,5 meter, memanjat dinding ke dua, dan akhirnya memanjat dinding pagar Lapas setinggi 4 meter, dengan menggunakan beberapa kain sarung yang diikat menjadi satu.

Pukul 01.30, salah satu tahanan memilih kembali dan menyerahkan diri. “Ada satu orang sudah menyerahkan diri,” Kapolres Batanghari AKBP Heru Ekwanto. Kata dia, selanjutnya mereka menerjunkan personel dan anjing pelacak untuk melakukan pencarian. (rib)

 




loading...

BERITA BERIKUTNYA